Bahasa Mandarin (Tradisional: 北方話, Sederhana: 北方话, Hanyu Pinyin: Běifānghuà, harafiah: "bahasa percakapan Utara" atau 北方方言Hanyu Pinyin: Běifāng Fāngyán, harafiah: "dialek Utara") adalah dialekBahasa Tionghoa yang dituturkan di sepanjang utara dan barat daya Republik Rakyat Cina. Kata "Mandarin", dalam bahasa Inggris (dan mungkin juga Indonesia), digunakan untuk menerjemahkan beberapa istilah Cina yang berbeda yang merujuk kepada kategori-kategori bahasa Cina lisan.
Dalam pengertian yang sempit, Mandarin berarti Putonghua普通话 dan Guoyu國語 yang merupakan dua bahasa standar yang hampir sama yang didasarkan pada bahasa lisan Beifanghua* (lihat di bawah). Putonghua adalah bahasa resmi Cina dan Guoyu adalah bahasa resmi Taiwan. Putonghua - yang biasanya malah dipanggil Huayu - juga adalah salah satu dari empat bahasa resmi Singapura.
Dalam pengertian yang luas, Mandarin berarti Beifanghua (secara harafiah berarti "bahasa percakapan Utara"), yang merupakan sebuah kategori yang luas yang mencakup beragam jenis dialek percakapan yang digunakan sebagai bahasa lokal di sebagian besar bagian utara dan barat daya Cina, dan menjadi dasar bagi Putonghua dan Guoyu. Beifanghua mempunyai lebih banyak penutur daripada bahasa apapun yang lainnya dan terdiri dari banyak jenis termasuk versi-versi yang sama sekali tidak dapat dimengerti.
Seperti ragam-ragam bahasa Cina lainnya, ada banyak orang yang berpendapat bahwa bahasa Mandarin itu merupakan semacam dialek, bukan bahasa.
Asal kata Mandarin
Kata "mandarin" dalam bahasa Indonesia sendiri diserap dari bahasa Inggris yang mendeskripsikan bahasa Tionghoa juga sebagai bahasa Mandarin. Namun sebenarnya, kata "Mandarin" ini diserap bahasa Inggris dari Portugismandarim, yang berasal dari Melayu[ˈməntəri]menteri.
Sumber yang lain menyebutkan Mandarin secara harfiah berasal dari sebutan orang asing kepada pembesar-pembesar Dinasti Qing di zaman dulu. Dinasti Qing adalah dinasti yang didirikan oleh suku Manchu, sehingga pembesar-pembesar kekaisaran biasanya disebut sebagai Mandaren (Hanzi: 滿大人) yang berarti "Pembesar Manchu". Dari sini, bahasa yang digunakan oleh para pejabat Manchu waktu itu juga disebut sebagai "bahasa Mandaren". Penulisannya berevolusi menjadi "Mandarin" di kemudian hari.
Nama-nama lain
Guoyu - (Hanzi: 國語) adalah sebutan lain bagi dialek Utara bahasa Han yang kita kenal sebagai bahasa Mandarin. Guoyu berarti harfiah "bahasa nasional", sesuai dengan kenyataan bahasa Mandarin ditetapkan sebagai bahasa resmi pemerintahan dan nasional di beberapa negara seperti Republik Rakyat Cina dan Republik Cina di Taiwan.
Huayu (Hanzi: 華語) adalah nama lain dari dialek Utara bahasa Han yang kita kenal sebagai bahasa Mandarin sekarang ini. Huayu berarti harfiah "bahasa Hua", merupakan bahasa yang umum digunakan oleh orang Cina dalam hal ini menunjuk kepada bahasa Mandarin yang luas dituturkan.
Belajar bahasa Mandarin di Indonesia
Bahasa Mandarin di Indonesia disajikan sebagai program kuliah di beberapa universitas, baik negeri maupun swasta. Antara lain di:
Selain itu, sejak era Reformasi dimulai, beberapa sekolah juga telah mulai menyisipkan bahasa Mandarin sebagai salah satu mata pelajaran bahasa di samping bahasa Indonesia dan Inggris.
Belajar bahasa Mandarin di luar Indonesia
Republik Rakyat Cina dan Taiwan sejak lama menyelenggarakan pendidikan bahasa untuk pelajar internasional. Pusat-pusat bahasa biasanya merupakan bagian dari fakultas bahasa sebuah universitas dan menyelenggarakan banyak kelas pelatihan dalam jangka waktu tertentu. Untuk pelatihan seperti ini, Pusat bahasa akan memberikan sertifikat ijazah resmi tetapi tanpa gelar. Untuk mendapat gelar, siswa harus menyelesaikan S-1 bahasa Mandarin yang umumnya 4 tahun.
Badan akademisi terkenal yang menyelenggarakan program pembelajaran bahasa ini seperti:
Alkisah, pada dahulu kala terdapat sebuah kerajaan besar yang bernama Prambanan. Rakyatnya hidup tenteran dan damai. Tetapi, apa yang terjadi kemudian? Kerajaan Prambanan diserang dan dijajah oleh negeri Pengging. Ketentraman Kerajaan Prambanan menjadi terusik. Para tentara tidak mampu menghadapi serangan pasukan Pengging. Akhirnya, kerajaan Prambanan dikuasai oleh Pengging, dan dipimpin oleh Bandung Bondowoso.
Bandung Bondowoso seorang yang suka memerintah dengan kejam. “Siapapun yang tidak menuruti perintahku, akan dijatuhi hukuman berat!”, ujar Bandung Bondowoso pada rakyatnya. Bandung Bondowoso adalah seorang yang sakti dan mempunyai pasukan jin. Tidak berapa lama berkuasa, Bandung Bondowoso suka mengamati gerak-gerik Loro Jonggrang, putri Raja Prambanan yang cantik jelita. “Cantik nian putri itu. Aku ingin dia menjadi permaisuriku,” pikir Bandung Bondowoso.
Esok harinya, Bondowoso mendekati Loro Jonggrang. “Kamu cantik sekali, maukah kau menjadi permaisuriku ?”, Tanya Bandung Bondowoso kepada Loro Jonggrang. Loro Jonggrang tersentak, mendengar pertanyaan Bondowoso. “Laki-laki ini lancang sekali, belum kenal denganku langsung menginginkanku menjadi permaisurinya”, ujar Loro Jongrang dalam hati. “Apa yang harus aku lakukan ?”. Loro Jonggrang menjadi kebingungan. Pikirannya berputar-putar. Jika ia menolak, maka Bandung Bondowoso akan marah besar dan membahayakan keluarganya serta rakyat Prambanan. Untuk mengiyakannya pun tidak mungkin, karena Loro Jonggrang memang tidak suka dengan Bandung Bondowoso.
“Bagaimana, Loro Jonggrang ?” desak Bondowoso. Akhirnya Loro Jonggrang mendapatkan ide. “Saya bersedia menjadi istri Tuan, tetapi ada syaratnya,” Katanya. “Apa syaratnya? Ingin harta yang berlimpah? Atau Istana yang megah?”. “Bukan itu, tuanku, kata Loro Jonggrang. Saya minta dibuatkan candi, jumlahnya harus seribu buah. “Seribu buah?” teriak Bondowoso. “Ya, dan candi itu harus selesai dalam waktu semalam.” Bandung Bondowoso menatap Loro Jonggrang, bibirnya bergetar menahan amarah. Sejak saat itu Bandung Bondowoso berpikir bagaimana caranya membuat 1000 candi. Akhirnya ia bertanya kepada penasehatnya. “Saya percaya tuanku bias membuat candi tersebut dengan bantuan Jin!”, kata penasehat. “Ya, benar juga usulmu, siapkan peralatan yang kubutuhkan!”
Setelah perlengkapan di siapkan. Bandung Bondowoso berdiri di depan altar batu. Kedua lengannya dibentangkan lebar-lebar. “Pasukan jin, Bantulah aku!” teriaknya dengan suara menggelegar. Tak lama kemudian, langit menjadi gelap. Angin menderu-deru. Sesaat kemudian, pasukan jin sudah mengerumuni Bandung Bondowoso. “Apa yang harus kami lakukan Tuan ?”, tanya pemimpin jin. “Bantu aku membangun seribu candi,” pinta Bandung Bondowoso. Para jin segera bergerak ke sana kemari, melaksanakan tugas masing-masing. Dalam waktu singkat bangunan candi sudah tersusun hampir mencapai seribu buah.
Sementara itu, diam-diam Loro Jonggrang mengamati dari kejauhan. Ia cemas, mengetahui Bondowoso dibantu oleh pasukan jin. “Wah, bagaimana ini?”, ujar Loro Jonggrang dalam hati. Ia mencari akal. Para dayang kerajaan disuruhnya berkumpul dan ditugaskan mengumpulkan jerami. “Cepat bakar semua jerami itu!” perintah Loro Jonggrang. Sebagian dayang lainnya disuruhnya menumbuk lesung. Dung… dung…dung! Semburat warna merah memancar ke langit dengan diiringi suara hiruk pikuk, sehingga mirip seperti fajar yang menyingsing.
Pasukan jin mengira fajar sudah menyingsing. “Wah, matahari akan terbit!” seru jin. “Kita harus segera pergi sebelum tubuh kita dihanguskan matahari,” sambung jin yang lain. Para jin tersebut berhamburan pergi meninggalkan tempat itu. Bandung Bondowoso sempat heran melihat kepanikan pasukan jin.
Paginya, Bandung Bondowoso mengajak Loro Jonggrang ke tempat candi. “Candi yang kau minta sudah berdiri!”. Loro Jonggrang segera menghitung jumlah candi itu. Ternyata jumlahnya hanya 999 buah!. “Jumlahnya kurang satu!” seru Loro Jonggrang. “Berarti tuan telah gagal memenuhi syarat yang saya ajukan”. Bandung Bondowoso terkejut mengetahui kekurangan itu. Ia menjadi sangat murka. “Tidak mungkin…”, kata Bondowoso sambil menatap tajam pada Loro Jonggrang. “Kalau begitu kau saja yang melengkapinya!” katanya sambil mengarahkan jarinya pada Loro Jonggrang. Ajaib! Loro Jonggrang langsung berubah menjadi patung batu. Sampai saat ini candi-candi tersebut masih ada dan disebut Candi Loro Jonggrang. Karena terletak di wilayah Prambanan, Jawa Tengah, Candi Loro Jonggrang dikenal sebagai Candi Prambanan Diposkan oleh : Heri Susanto Sumber : http://eritristiyanto.wordpress.com/2009/12/10/asal-mula-candi-prambanan/
Pada saat yang sangat kritis ini muncullah sebuah bintang pada malam yang gelap gulita, sinarnya semakin terang membuat malam menjadi terang benderang, ia bukan bintang yang biasa, tapi bintang yang sangat luar biasa, bahkan matahari di siang haripun malu menampakkan sinarnya karena bintang ini adalah maha bintang yang terlahirkan ke muka bumi, ialah cahaya dalam kegelapan, ia adalah cahaya di dalam dada, ia dikenal dengan Nama Muhammad, menurut sejarawan bintang ini tepat terlahir tanggal 17 Rabi’ul Awwal (12 Rabi’ul awwal menurut mazhab sunni) 570 M, bintang ini tak pernah padam walaupun 14 abad setelah ketiadaannya, bahkan ia semakin terang dan semakin terang, dari bintang ini terlahir 13 bintang yang lain, yang selalu menjadi hujjah bagi bintang-bintang yang sulit bersinar lainnya di setiap zamannya. Ia memiliki silsilah yang berhubungan langsung dengan jawara Tauhid melalui anaknya Ismail AS, yang dilahirkan melalui rahim-rahim suci dan terpelihara dari perbuatan-perbuatan mensekutukan Tuhan. Ia begitu suci sehingga Tuhan memerintahkan kepada Para Malaikat dan Jin untuk bersujud kepada Adam, karena cahayanya dibawa oleh Adam AS untuk disampaikan kepada maksud, ia adalah rencana Tuhan yang teramat besar yang langit dan bumi pun tak kan sanggup memikulnya.
Peristiwa kelahiran sang bintang dipenuhi dengan kejadian-kejadian yang luarbiasa, dimulai dengan peristiwa padamnya api “abadi†di kerajaan Persia, hancurnya sesembahan batu di sana, dan penyerangan pasukan bergajah untuk menghancurkan Ka’bah, yang di kemudian hari menjadi kiblat baginya dan ummatnya sampai akhir zaman, namun tentara yang besar ini dihancurkan oleh burung-burung yang dikirimkan oleh Sang Pemilik kiblat (Ka’bah), karenanya tahun ini dinamakan tahun Gajah. Sudah menjadi tradisi kelahiran manusia luar biasa harus juga didahului peristiwa yang luar biasa. Muhammad namanya, ayahnya bernama Abdullah, Ibundanya Aminah, kedua orang tuanya berasal dari silsilah yang mulia yang merupakan keturunan Jawara Tauhid (Ibrahim AS). Abdullah lahir kedunia hanya untuk membawa nur Muhammad dan “meletakkannya†ke dalam rahim Aminah, Sang isteri saat itu mengandung (2 bulan) bayi yang kelak menjadi manusia besar. Setelah lama kepergian sang suami, sang isteri merasakan kesepian yang amat dalam, walaupun suaminya selalu berkirim surat. Namun pada saat lain surat tidak lagi ia terima, begitu riang hatinya ternyata ia melihat rombongan dagang suaminya telah pulang, tapi Ia amat terkejut karena tak dilihatnya suaminya, datanglah seseorang dari rombongan tersebut yang menyampaikan berita kepada Aminah, mulutnya begitu berat untuk mengucapkan kata – kata ini kepada wanita ini, ia tidak sanggup mengutarakannya, namun akhirnya terucap juga bahwa sang suami telah berpulang ke hadirat Allah Swt dan dimakamkan di abwa.
Begitu goncang hatinnya mendengarkan hal ini, tak sanggup menahan tangisnya, ia menangis menahan sedih dan tak makan beberapa hari, namun ia bermimpi, dalam mimpinya seorang wanita datang dan berkata kepadanya agar ia menjaga bayi dalam janinnya dengan baik – baik. Ia berulang kali bermimpi bertemu dengan wanita tersebut yang ternyata adalah Maryam binti Imran (Ibu Isa as). Dalam mimpinya sang wanita mulia ini berkata : “Kelak bayi yang ada didalam rahimmu akan menjadi manusia paling mulia sejagat raya, maka jagalah ia baik – baik hingga kelahirannya.
Saat ayahanda Muhammad yang mulia ini Wafat dalam usia 20 tahun (riwayat lain – 17 tahun), sang bintang kita ini sedang berada dalam kandungan ibunya, beberapa tahun kemudian Bunda Sang bintang menyusul suaminya dan dimakamkan di Abwa juga. Muhammad dibawa pulang oleh Ummu Aiman dan diasuh oleh kakeknya, belum lagi hilang duka setelah ditinggal Sang Bunda, ia pun harus kehilangan kakeknya ketika umurnya belum lagi menginjak delapan tahun. Setelah kepergian sang kakek, sang bintang (Muhammad) diasuh oleh pamannya, Abu Tholib, seorang putra Abdul Mutholib yang pertama menyatakan keimanannya kepada kemenakannya sendiri (Muhammad). Pemandu ilahi selalu saja dipilihkan oleh Ilahi untuk memiliki profesi sebagai seorang gembala, melalui profesi ini beliau mengarungi beberapa waktu kehidupannya untuk menjadi “gembala†domba yang lebih besar, inilah pilihan Ilahi yang memilihkan baginya sebuah jalan dimana hal ini penting bagi orang yang akan berjuang melawan orang-orang hina yang berpikiran sampai menyembah aneka batu dan pohon, ilahi menjadikannya kuat sehingga tidak menyerah kepada apapun kecuali keputusan-Nya. Ada penulis sirah yang mengutip kalimat Nabi berikut ini, “ Semua Nabi pernah menjadi gembala sebelum beroleh jabatan kerasulan.†Orang bertanya kepada Nabi,†Apakah Anda juga pernah menjadi gembala?†Beliau menjawab,†Ya. Selama beberapa waktu saya menggembalakan domba orang Mekah di daerah Qararit.â€
Sang bintang terlahir bukan dari kalangan orang yang teramat kaya, belum lagi ia dilahirkan sebagai seorang yatim, dan telah kehilangan Ayah, Ibu di masa kecil sebagai tempat bernaung, apa yang dapat dikatakan oleh anak kecil yang telah kehilangan kedua orang tuanya sedangkan dia sendiri masih membutuhkan naungan kedua orang tua dan kasih sayang mereka. Mari kita masuk ke jazirah Arabia lebih jauh lagi, kita dapat melihat bahwa kondisi keuangan Muhammad terbilang cukup sulit. Muhammad terkenal dengan kemuliaan rohaninya, keluhuran budi, keunggulan ahklaq dan dirinya dikenal di masyarakat sebagai “orang jujur†(al-Amin), ia menjadi salah seorang kafilah dagang Khodijah yang terpercaya dan Khodijah memberikan dua kali lipat dibandingkan yang diberikannya kepada orang lain. Kafilah Quraisy, termasuk barang dagangan Khodijah, siap bertolak, kafilah tiba di tempat tujuan. Seluruh anggotanya mengeruk laba. Namun, laba yang diperoleh Nabi lebih banyak ketimbang lain. Kafilah kembali ke Makkah. Dalam perjalanan, Sang bintang melewati negeri ‘Ad dan Tsamud. Keheningan kematian yang menimpa kaum pembangkang itu mengundang perhatian sang bintang.
Kafilah mendekati Mekah, Maisarah, berkata kepada sang Bintang, “Alangkah baiknya jika Anda memasuki Mekah mendahului kami dan mengabarkan kepada Khodijah tentang perdagangan dan keuntungan besar yang kita dapatkan.†Nabi tiba di Mekah ketika Khodijah sedang duduk di kamar atasnya. Ia berlari turun dan mengajak Nabi ke ruangannya. Nabi menyampaikan, dengan menyenangkan, hal-hal menyangkut barang dagangan. Maisarah menceritakan tentang Kebesaran jiwa Al-Amin selama perjalanan dan perdagangan. Maisarah menceritakan “Di Busra, Al-Amin duduk di bawah pohon untuk istirahat. Seorang pendeta, yang sedang duduk di biaranya, kebetulan melihatnya. Ia datang seraya menanyakan namanya kepada saya, kemudian ia berkata, ‘Orang yang duduk di bawah naungan pohon itu adalah nabi, yang tentangnya telah saya baca banyak kabar gembira di dalam Taurat dan Injil.
Kemudian Khodijah menceritakan apa yang didengarnya dari Maisarah kepada Waraqah bin Naufal, si hanif dari Arabia. Waraqah mengatakan, “Orang yang memiliki sifat-sifat itu adalah nabi berbangsa Arab.
http://www.al-huda.net/cari_arkib_arkib.php?id=17
by : Tri Puji H.
A. Pengertian Pengendalian Sosial
Pengendalian sosial adalah suatu cara dan proses yang bersifat mendidik, mengarahkan, mengajak bahkan kadang memakasa setiap warga masyarakat untuk mematuhi segala aturan yang ada di masyarakat, sehingga tercipta kondisi masyarakat yang aman, tertib, tentram, dan damai.
B. Bentuk-bentuk Pengendalian Sosial
1. Berdasarkan sifat.
• Preventif:bersifat mencegah atau jangan sampai terjadi pelanggaran terhadap norma-norma yang telah mapan sehingga keselarasan dalam masyarakat tetap terjaga.
• Represif:bertujuan mengembalikan keselarasan sosial yang terganggu karena adanya pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan warga masyarakat. Pengendalian represif dilakukan dengan cara memberi sanksi atau hukuman terhadap pelaku pelanggaran.
2. Berdasarkan proses.
• Persuasif:dilakukan dengan cara-cara yang halus, melalui ajakan, saran, bimbingan, dsb. Pengendalian sosial persuasif kebanyakan diterapkan pada lingkungan masyarakat yang kondisinya relatif stabil, tentram, aman, dan damai.
• Koersif:dilakukan dengan cara kekerasan atau paksaan. Pengendalian secara koersif kebanyakan dilakukan pada masyarakat yang keadaannya tida stabil karena banyak penyimpangan sosial yang terjadi. Pengendalian sosial koersif dibedakan menjadi 2:
1. Kompulsi (paksaan):dilakukan dengan cara menciptakan hukuman tertentu bagi para pelaku pelanggaran sehingga mereka terpaksa mematuhinya.
2. Pervasi (pengisian):dilakukan dengan cara menanamkan atau mengenalkan norma-norma secara berulang-ulang agar masuk dalam kesadaran seseorang sehingga mampu merubah sikap sesuai dengan norma yang ada.
C. Fungsi Pengendalian Sosial.
1. Menciptakan sistem hukum di masyarakat yang dipatuhi.
2. Menanamkan rasa takut melakukan kesalahan bagi warga masyarakat.
3. Menimbulkan rasa malu bagi warga masyarakat yang melakukan pelanggaran.
4. Memberi penghargaan kepada warga masyarakat.
5. Mempertebal keyakinan akan aturan-aturan yang berlaku.
D. Lembaga-lembaga Pengendalian Sosial.
1. Lembaga kepolisian:lembaga resmi yang dibentuk oleh pemerintah dengan tujuan menjaga keamanan dan ketertiban dalam masyarakat.
2. Lembaga kejaksaan:lembaga pengendalian sosial yang menangani pelanggaran-pelanggaran sosial setelah ditangani oleh kepolisian. Tugas lembaga kejaksaan dalam hal ini adalah memeriksa berkas perkara pelanggaran yang diajukan oleh kepolisian.
3. Lembaga pengadilan:lembaga resmi yang dibentuk pemerintah bertugas menentukan atau memutuskan hukuman bagi para pelaku penyimpangan sosial. Lembaga ini memiliki wewenang memutuskan perkara yang diajukan oleh lembaga kejaksaan.
4. Lembaga adat:lembaga yang dibentuk oleh suku bangsa tertentu yang memiliki adat tertentu pula. Dalam lembaga adat ada 1 tokoh masyarakat yang disebut tokoh adat. Tokoh adat sangat berperan dalam pengendalian sosial.
5. Tokoh masyarakat:orang yang dituakan, disegani, dihormati, dan ditakuti karena memiliki kekuasaan, kewibaan, dan pengaruh yang sangat kuat.
E. Cara-cara Pengendalian Sosial
1. Pengendalian secara formal dan informal. (menurut Horton dan Hunt)
• Pengendalian secara formal:dilakukan oleh lembaga-lembaga resmi. Beberapa contohnya perusahaan, sekolah, kepolisian, kejaksaan, dan kehakiman.
• Pengendalian sosial secara informal:dilakukan oleh perorangan atau tokoh masyarakat yang bersifat tidak resmi karena aturan yang dilanggar bersifat abstrak atau tertulis. 2. Pengendalian secara institusi dan noninstitusi.
• Pengendalian secara institusi:yaitu pengendalian sosial melalui lembaga-lembaga resmi yang ada, seperti lembaga pendidikan, agama, politik, dan ekonomi.
• Pengendalian secara noninstitusi:yaitu pengendalian sosial yang dilakukan oleh perorangan atau kelompok individu yang tidak terganbung dalam organisasi atau institusi resmi. Misalkan kelompok arisan, keluarga, paguyuban seni budaya, dsb. 3. Pengendalian melalui imbalan dan hukuman.
• Pengendalian melalui imbalan:dilakukan oleh lembaga maupun perorangan, caranya yaitu dengan memberi hadiah kepada yang paling taat terhadap aturan yang ada.Contohnua anak yang paling taat membantu orang tua di rumah akan dibelikan baju baru.
• Pengendalian melalui hukuman:dilakukan dengan cara memberi hukuman kepada siapa saja yang melakukan pelanggaran terhadap norma dan aturan yang ada. Contohnya siswa yang ramai sendiri saat pelajaran, disuruh maju dan berdiri di depan kelas. 4. Pengendalian melalu sosialisasi.
Yaitu dengan caraq menjelaskan norma-norma yang ada kepada warga masyarakat agar dipatuhi. 5. Pengendalian melalui tekanan sosial.
Menurut penelitian para ahli, seseorang cenderung berbuat dan bertingkah laku sesuai dengan pandangan atau tingkah laku dalam kelompoknya. Hal tersebut terjadi karena adanya tekanan sosial kelompok terhadap individu sebagai anggota kelompok. Maka pengendalian melalui tekanan sosial ini sangat penting. Caranya dengan membentuk oerganisasi remaja seperti Karang Taruna, Remaja Masjid, Remaja Gereja, dsb.
Dendam dalam bahasa Arab disebut juga dengan Al-Hiqdu الحقد. Menurut Al-Gazali dalam bukunya Ihya Ulumud Din jilid III, dijelaskan bahwa Hiqdu atau dendam berawal dari sifat pemarah. Sifat marah (gadab) itu terus dipelihara dan tidak segra diobati dengan memaafkan, maka akan menjadi dendam terhadap orang yang menyakiti kita.
Pengertian dendam secara istilah adalah perasaan ingin membalas karena sakit hati yag timbul sebab permusuhan, dan selalu mencari kesempatan untuk melampiaskan sakit hatinya agar lawannya mendapat celaka, barulah ia merasa puas.
Nabi muhammad SAW dan para sahabatnya ketika mereka berdakwah di Makkah selalu mendapatkan tekanan dan gangguan yang berat yang dilakukan oleh kaum kafir Quraisy.
Gangguan dan tekanan itu berupa siksaan, hinaan bahkan ada anggota keluarganya yang dibunuh, sehingga nabi dan para sdahabatnya hijrah ke Madinah.akan tetapi ketika Fathul Makkah Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya tidak membalas perbuatan orang-orang kafir tersebut, meskipun nabi memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan kaum kafir Quraisy. Bahkan nabi mengumandangkan perdamaian dan memaafkan kesalahan – kesalahan mereka pada waktu yang lalu.
Rasulullah juga memberikan teladan tentang perilaku pemaaf, bukan dendam. Misalnya, perlakuan orang Thaif terhadap rasulullah para sahabatnya yang telah mengusirnya, bahkan melemparinya dengan batu. Ketika malaikat menawari Rasulullah untuk menghancurkan kaum itu Rasulullah justru berdoa :
“Ya Allah, berilah petunujuk atas kaumku karena sesungguhnya mereka itu belum mengetahui.”
Kisah diatas memberikan gambaran , bahwa akhlak yang pantas dimilki oleh kaum beriman bukanlah sifat dendam dan sombong, tetapi adalah sifat terpuji diantaranya memaafkan kesalahan orang lain.
“Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada . apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu? Dan Allah adalah maha pengampun lagi maha penyayang.”(An-Nuur : 22)
2.Ciri-ciri sifat dendam
·Tujuan hidupnya membinasakan orang yang menjadi lawannya
·Perbuatan yang dilakukannya selalu bertujuan mengalahkan lawannya
·Tidak merasa puas bila lawannya belum mendapatkan kekalahan
·Hobi menyimpan rasa sakit hati dan berusaha membalas dikemudian hari
·Tidak mau mamaafkan kesalahan orang lain
·Selalu menjelek-jelekkan orang lain dan membuka aib orang lain
3.Bahaya sifat dendam
a.Perbuatan yang dibenci oleh Allah
أَبْغَضُ الرَّجُلِ إِلَى اللهِ أَلَدُّ الْخِصَامِ (أخرجه مسلم
Artinya:
“orang yang paling dibenci Allah adalah orang yang menaruh dendam kesumat (bertengkar).”(HR.Muslim)
b.Hilangnya ketenangan jiwa, jiwanya akan selalu bergemuruh oleh perasaan yang tidak nyaman
c.Menghindar bila bertemu dengan orang yang dibenci
Padahal Allah menciptakan manusia dimuka bumi bukan untuk bermusuh-musuhan dan saling dendam, melainkan agar saling kenal-menganal, saling menghormati dengan sesama.
“Hai manusia sesungguhnya kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan manjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.”(al-Hujurat :13)
d.Selalu marah ketika mendengar kebaikan orang yang dibenci
e.Dikucilkan dalam pergaulan
4.Cara menghindari sifat dendam
a.Mengetahui bahaya dari sifat dendam
b.Senantiasa ingat kepada Allah dalam keadaan apapun
c.Memaafkan kesalahan orang lain
d.Saling menghormati dan menyayangi sesama manusia
B.Munafik
1.Pengertian Munafik
Munafik menurut bahasa adalah berasal dari kata-kata nifaq نِفَاقٌartinya keluar dari kebaikkan. “bermuka dua.” Menurut syara’ adalah orang yang menyembunyikan kekafirannya, tetapi menyatakan keimanannya atau oarang yang berkataanya tidak sesuai dengan hatinya.
“Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah saw.bersabda:” Tanda-tanda orang munafik ada tiga macam, yaitu apabila berkata , ia dusta, apabila berjanji ia mengingkari dan apabila ia dipercaya ia mengkhianati.”(HR.Bukhari Muslim)
3.Ciri-ciri orang munafik
ØBemuka dua adalah orang yang membentuk penampilan lahiriyah dan melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hati nurani.
ØBerlidah dua adalah sifat orang yang memuji dan menyanjung orang lain katika ia berhadapan dengannya, tetapi mencela dan mengumatnya bila ia tidak ada.
ØBerdusta adalah ciri seorang yang mengatakan sesuatu , tetapi tidak sesuai dengan kebenaran dan kenyataan.
ØSumpah palsu adalah ciri seseorang yang bersumpah atas pengakuan palsunya agar bisa menyelamatkan diri dari hukuman.
ØMereka malas mengerjakan shalat dan selalu riya
ØHidup dalam keragu-raguan dan tidak punya pendirian
ØSelalu membuat kerusakan di permukaan bumi
ØSuka menyebarkan fitnah
ØTidak bertanggung jawab atas perbuatannya dan melemparkan tanggung jawab kepada orang lain.
ØSeringkali menghina kekurangan orang lain dan mereka tidak sadar bahwa dirinya sendiri memiliki banyak kekurangan.
“Dan diantara manusia ada yang berkata,”kami beriman kepada Allah dan hari akhir,” padahal sesungguhnya mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman.”(Qs.Al-Baqarah:8)
“Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka :”kami telah beriman.”Tetapi apabila mereka kembali kepada setan-setan (pemimpin-pemimpin) mereka, mereka berkata: “sesungguhnya kami bersama-sama kamu ,kami hanya berolok-olok.”(Qs.al-Baqarah : 14 )
4.Akibat negatif dari sifat munafik
a.Bagi diri sendiri
1)Allah swt. mengancam perbuatan munafik melalui firmannya yang berbunyi:
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari api neraka, dan kamu sekali-kali tidak akan mendapatkan seorang penolongpun bagi mereka.”(Qs.An-Nisa’:145)
2)Perbuatan munafik itu merupakan penyakit jiwa (hati) yang sangat berbahaya, baik bagi pelakunya maupun bagi orang lai
“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (permukaan) bumi, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melakukan kerusakan.”(al-Qashash:77)
5.Menghindari perilaku munafik
Diantara cara menghindari perbuatan munafik adalah:
ØSenatiasa ingat kepada Allah swt. dalam keadaan apapun
ØBerusaha untuk selalu berkata jujur
ØMenepati setiap janji yang diucapkan
ØMenyampaikan amanah orang lain tanpa menunda waktu
ØMenyampaikan informasi yang kita ketahui tanpa mengada-ada
ØMemperbanyak aktifitas keagamaan
ØSelalu introspeksi diri terhadap perbuatan – perbuatan yang dilakukan
ØMengigat bahaya yang ditimbulkan dari perbuatan munafik
ØMempererat silaturrahmi dengan sesama muslim
Kesimpulan
1.Perbuatan dendam dan munafik termasuk perbutan yang tercela dan dilarang dalam agama Islam. Dendam adalah perasaan ingin membalas karena sakit hati yag timbul sebab permusuhan, munafik adalah orang yang menyembunyikan kekafirannya.
2.Perbuatan dendam dan munafik membahayakan diri sendiri dan orang lain.
3.Usaha untuk mencegah perbuatan dendam dan munafik adalah, senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dengan menjalankan segala yang diperintahkanNya dan menjauhkan segala laranganNya. Hendaklah kita selalu mengingat bahaya yang ditimbulkan oleh sifat dendam dan munafik, sehingga kita bisa berfikir dua kali untuk melakukan perbuatan tersebut.
Diposkan oleh : Amalia Safitri
Sumber : http://pai-smpn21padang.blogspot.com/2011/01/dendam-dan-munafik.html